Kisah Dibalik Mangkok Motif Ayam Jago

Mungkin bagi anda seorang kuliner berkuah seperti bakso, mie ayam dan lainnya, mungkin anda tidak merasa asing dengan mangkok yang bermotif gambar ayam jago ini. Mungkin kalian pernah bertanya-tanya, mengapa menggunakan motif bergambar ayam jago? Tidak hanya 1 penjual kuliner berkuah saja yang menggunakan mangkok ayam jago. Namun hampir semua penjual kuliner berkuah menggunakan motif bergambar ayam jago yang terbuat dari keramik ini. Ternyata, ada kisah dibalik mangkok motif ayam jago yang bukan sekedar hasil kreatif kerajinan tangan. Untuk mengetahui seperti apa kisahnya, mari kita simak dibawah ini.

Asal-usul Kisah Dibalik Mangkok Motif Ayam Jago

Kisah Dibalik Mangkok Motif Ayam Jago

Kisah pertama kali terciptanya mangkok yang bermotif ayam jago ini ternyata berasal dari China pada tahun 90-an. Mangkok yang bermotif ayam jago ini juga merupakan perangkat makan yang wajib digunakan sebagai “Seserahan” dalam upacara pernikahan di China.

Biasanya orang Kanton menyebutnya dengan Jigongwan, penduduk di wilayah China bagian utara Gongjiwan. Sementara mereka yang berdialek Minnan atau tinggal di China bagian selatan memanggilnya Jijiaowan.

Orang Kanton biasa menyebutnya dengan Jigongwan, penduduk di wilayah China bagian utara Gongjiwan, sementara mereka yang berdialek Minnan atau tinggal di China bagian selatan memanggilnya Jijiaowan.

Kisahnya berawal dari pada masa Dinasti Ming periode pemerintahan Kaisar Chenghua pada tahun 1465-1487. Saat itu , Sang Kaisar memesan empat buah cawan yang bergambar ayam jago dan ayam betina pada pengrajin keramik khusus kekaisaran di daerah Jingdezhen.

Kaisar Chenghua memesan empat buah cawan keramik dengan teknik Doucai, yang ditujukan khusus untuk dirinya dan istrinya sebagai tanda cinta. Cawan tersebut terkenal dengan Jigangbei atau disebut cawan ayam, yang terdiri dari gambar ayam jago, betina dan anak ayam yang bermakna kemakmuran.

Menjadi Incaran Para Kolektor

Sekitar awal abad ke-20, mangkok ayam jago mulai merambah dunia. Pada awalnya dibawa oleh para perantau, yang pabriknya berada di Provinsi Guangdong. Kemudian menyebar ke berbagai negara di Asia Tengarra. Mangkok ayam jago pun semakin terkenal dan semakin banyak diproduksi. Mulai dari menggunakan teknik seni dari tangan hingga diproduksi menggunakan mesin.

Saat ini, cawan yang bergambar ayam jago pada masa kekaisaran masih menjadi incaran bagi para kolektor barang antik di seluruh dunia. Sebuah cawan Chenghua yang dikatakan hanya ada empat buah di dunia, pernah dilelang oleh badan lelang Sotheby di Hong Kong pada tahun 1960-an hingga tahun 2014. Harga lelang yang tertinggi mencapai 36,3 juta dollar AS.

Bagaimana tentang pendapat anda, sangat menarik bukan tentang sejarahnya dibalik kisah mangkok yang bermotif ayam jago ini.

Baca Juga : Sejarah Tradisi Sabung Ayam Indonesia

Agen 12sabung ayam merupakan situs judi taruhan Sabung Ayam Online yang terpercaya. Dengan layanan streaming secara langsung, anda dapat menyaksikan pertandingan sekaligus bertaruh. Untuk melakukan pendaftaran, anda bisa mengunjungi situs kami di 12onlinegaming.

promo sabung ayam online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *