Masalah Yang Sering Dalam Usaha Ternak Ayam Broiler

Usaha beternak ayam broiler memang sangat menggiurkan, apalagi jika dilihat dari peluang pasar yang sangat luas. Sehingga banyak orang yang ingin mencoba membuka usaha ini. Namun tahukah anda bahwa usaha yang satu ini juga sering mengalami Masalah Yang Sering Dalam Usaha Ternak Ayam Broiler.

Salah satunya adalah mengetahui masalah yang biasa terjadi dalam usaha ternak ayam broiler seperti berikut ini:

Baca Juga : Cara Memilih Telur Ayam Kampung Untuk Ditetaskan

Beberapa Masalah Yang Sering Dalam Usaha Ternak Ayam Broiler

Masalah Yang Sering Dalam Usaha Ternak Ayam Broiler

Ada beberapa factor yang patut anda waspadai, karena bisa menjadi penghalang keberhasilan dan sering membuat jatuh para peternak ayam broiler.

1. Modal Yang Tinggi

Ini sudah bukan rahasia lagi bahwa, membuka usaha ayam broiler memerlukan sebuah modal yang cukup tinggi. Seperti biaya pembuatan kandang, sewa lokasi penempatan kandang, pembelian bibit. Serta biaya operasional lainnya seperti pakan, gaji pegawai, biaya vaksin dan obat-obatan jika sewaktu-waktu ayam jatuh sakit.

2. Lokasi Penempatan Kandang

Penempatan lokasi kandang juga menjadi faktor penting untuk diperhatikan, karena jika tidak akan berdampak negatif pada kelangsungan usaha ini. Pilihlah lokasi penempatan kandang ayam yang tenang, jauh dari sumber kebisingan dan pemukiman.

3. Pemeliharaan Yang Rumit

Ternak ayam broiler berbeda dengan ternak ayam petelur atau ternak ayam kampung. Karena membutuhkan perawatan yang sangat intensif, yaitu mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan, menjaga suhu kandang, serta menjaga kebersihan kandang.

4. Ayam Broiler Mudah Strees Dan Terserang Penyakit

Daya tahan tubuh ayam broiler sangat rendah, sehingga ayam mudah stress, hingga menyebabkan kematian. Serta rentan terhadap serangan penyakit, baik itu yang disebabkan karena virus dan bakteri, ataupun karena faktor lingkungan.

5. Suhu Kandang Yang Tinggi

Dalam beternak ayam broiler anda harus selalu memperhatikan suhu udara dalam kandang. Karena jika suhu udara terlalu tinggi, dikhawatirkan ayam akan banyak minum tetapi sedikit makan atau nafsu makan berkurang. Sehingga dapat menghambat pertumbuhannya.

6. Pemberian Ransum Kurang Tepat

Pemeliharaan ayam broilet sering dihadapi oleh masalah tidak stabilnya nafsu makan ayam yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Tetapi bagaimanapun juga, para peternak dituntut untuk mencari cara agar membuat nafsu makan ayam broiler tetap tinggi dan stabil. Sehingga pertumbuhannya normal dan bobot badannya terus naik.

7. Angka Kematian Yang Tinggi

Angka kematian dalam ternak ayam broiler memang cukup tinggi, baik itu yang disebabkan karena penyakit ataupun stress. Kematian ayam semasa dalam pemeliharaan sebenarnya adalah hal yang wajar terjadi dalam peternakan ayam broiler. Karena mengingat jika ada 1 ayam yang terserang penyakit, maka akan tertular kepada ayam lainnya. Untuk itu para peternak harus siap selalu memantau kondisi ayam.

8. Gas Amonia Yang Tinggi

Amonia merupakan hasil metabolisme dalam tubuh ayam yang terakumulasi dalam bentuk kotoran dan urine. Amonia dapat terakumulasi dalam bentuk gas berkonsentrasi tinggi.

Kadar amonia yang terlalu tinggi di dalam kandang biasanya disebabkan oleh sirkulasi udara yang kurang baik atau bisa juga karena banyaknya ayam yang mengalami mencret dan kotorannya tidak segera dibersihkan.

Sehingga terjadi fermentasi, kondisi tersebut akan makin parah bila alasnya jarang diganti dan dibiarkan mengeras hingga lembab.

Gejala yang dapat terjadi apabila kelebihan kadar amonia yaitu mata berair, kelopak mata lengket, dan ayam tampak sering menggosok-gosokkan matanya pada sayap.

Itulah beberapa masalah yang harus dihadapi para pternak yang ingin mencoba membuka peluang usaha ternak ayam broiler ini.

Agen 12sabung ayam menawarkan permainan taruhan Sabung Ayam Online yang dapat anda mainkan melalui smartphone dan juga komputer. Ayo gabung bersama kami di 12onlinegaming.

promo sabung ayam online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *